Hi This is an ugly quote. Nice to meet you. Most people won't read this. But I thank you, cause you had time to read this :)

Kamis, 01 Januari 2015

Rindu

Diposkan oleh Syarifanura di 22.40


'4 New Messages'

Segera ku sambar handphoneku dan menekan tombol view. Rasa gembira yang tadi sempat kurasakan hilang seketika. Dari keempat pesan yang masuk tidak ada satu pun dari kamu. Aku terdiam dan melepas handphoneku lagi. Menyebalkan. Ya, kamu selalu menyebalkan. Hingga saat ini kamu masih betah tidak mencari kabarku.

‘Mungkin kadar kerinduan kita berbeda’, lagi-lagi aku berpikir seperti itu. Jujur saja, aku merindukanmu. Merindukan sapaan hangatmu dalam bentuk teks yang kamu kirimkan. Sederhana, tapi bagiku berkesan. Aku rindu tapi enggan menanyakan kabarmu lebih dulu. Aku memilih bertahan menunggu pesan singkatmu datang. Bukan masalah pulsa tapi hati. Aku ingin memastikan, jika aku tidak mengirimkan pesan lebih dulu apa kamu akan melakukannya? Apa kamu juga merasakan rindu yang sama sepertiku? Terkadang aku ragu.

Pesan singkat. Mungkin bagimu tidak terlalu penting mengirimkannya untukku. Memang sederhana, hanya sebuah pesan singkat. Huruf-huruf yang berkumpul membentuk suatu kata kemudian kalimat dan diakhiri dengan emoticon. Awalnya percakapan kita hanya basa-basi. Lama-lama mulai mengarah pada perhatian kecil yang berarti besar bagiku. Aku selalu merindukan itu, begitu juga saat ini.

Ketika pesanmu tak kunjung sampai ke handphoneku, aku mencoba berpikir positif. Mungkin kamu tidak punya pulsa, mungkin sibuk, mungkin ada tamu, mungkin tidur, mungkin makan, mungkin di kamar mandi, dan mungkin-mungkin yang lain hingga pikiranku mungkin mulai ngelantur. Mungkin lupa punya pulsa, mungkin pura-pura sibuk, mungkin sengaja tidak pegang handphone, mungkin juga kamu tidak peduli aku lagi. Arrgghh, aku sesak sendiri memikirkan ‘mungkin-mungkin’ itu.

Jangan buat aku jenuh. Jenuh akan sikapmu yang akhir-akhir ini selalu tiba-tiba menghilang dalam waktu yang lama dan tiba-tiba datang tanpa rasa bersalah. Jangan buat aku tak acuh padamu. Tidak peduli ada atau tidak pesan singkatmu yang datang, tidak peduli bagaimana kabarmu, bahkan tidak peduli lagi semua tentangmu. Jangan buat aku berfikir bahwa kamu bosan dan perasaan kita tak lagi sama. Jangan!

Mungkin kamu tidak peduli, tidak menyadari, tidak merasakan hal yang sama sepertiku; merindukan percakapan singkat kita. Maaf aku berlebihan selalu berharap kamu memberiku kabar. Bukan maksudku mengikatmu. Aku khawatir terjadi apa-apa denganmu. Jangan buat aku khawatir lagi, tolong.

Aku merindukan percakapan kita dalam dunia pesan singkat. Merindukan obrolan malam kita di telefon. Merindukan saat kita bisa berbicara langsung dengan mata yang saling bertatapan.

 ‘I miss you and I miss us a few month ago, dear’

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Coret Coret Ifa Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea