Hi This is an ugly quote. Nice to meet you. Most people won't read this. But I thank you, cause you had time to read this :)

Kamis, 26 Desember 2013

Mr.Glasses

Diposkan oleh Syarifanura di 00.01
"Apakah aku terlihat dari balik kacamata minus mu itu?" 


       Dia lewat begitu saja di koridor depan kelasku. Aku hampir menjerit. Padahal setiap hari dia juga melewati kelasku. Saat baru datang, ke kantin, ke perpustakaan, hingga pulang sekolah pun dia selalu lewat. Tapi kali ini ada yang berbeda. Dia melepas kacamatanya. Mata sipit itu terlihat jelas yang biasanya tertutupi oleh kacamatanya minusnya.

     Yap, ini tahun pertama SMA-ku. Disaat teman-temanku mengidolakan kakak kelas kece, aku malah mengidolakan kamu. Aneh ya. Mengapa teman-temanku juga heran melihat aku yang menyukai kamu. Kamu memang tidak sekeren yang mereka idolakan. Tapi aku suka kamu. Cinta memang tidak memandang fisik. Jangan tanya kenapa aku menyukai kamu. Katanya cinta tidak butuh alasan bukan.

     Aku memang pengecut hanya berani berkhayal dan bermimpi bisa berbicara banyak denganmu. Sedangkan dalam dunia nyata, aku hanya berani menyapa dari jauh. Saat kita berdekatan, aku menutup mukaku. Aku takut kamu melihat pipiku yang merah karena malu.
***

“Kamu suka dia?”
“Bagaimana aku bisa suka dia. Aku bahkan gak pernah melihat mukanya”
“Jadi, kamu gak suka dia?”
“Iya”
   Seerrr...Ada yang berdesir di dalam hatiku. Itu adalah percakapan singkat antara kamu dan sahabatku sebelum kamu pulang sekolah. Ah itulah kebiasaan sahabatku yang satu ini, selalu mencegat dan mewawancaraimu tentang aku. Kamu selalu menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan itu dengan polos dan ekspresi datar. Kamu tidak perasa. Kamu tidak peka. Kamu bahkan tidak mengerti cinta. Bagiamana kamu bisa mengerti perasaanku yang menyukai kamu.  Sahabat-sahabatku selalu bilang kita cocok karena kita sama-sama polos dan aneh. Lucu juga ya.

          Kamu ingat peristiwa bulan Oktober lalu? Saat kita berjabat tangan dan kamu mengucapkan ‘selamat ulang tahun’. Aku tidak melihat apakah ada lengkungan manis di bibirmu. Karena lagi-lagi aku menutup mukaku. Kamu mengulurkan tanganmu lebih dulu. Aku dengan melawan rasa takut dan ragu menjabat tanganmu dinginmu. Apa kamu gugup? Oh mungkin ini pertama kalinya kamu berjabat tangan dengan teman perempuanmu, jadi wajar kan. Sebenarnya aku lebih gugup dari kamu tapi aku berusaha menutupinya setengah mati. Suaramu bergetar ketika mengucapkan tiga kata itu. Setelah itu kamu langsung melengang pergi diiringi riuh suara ejekan teman-temanmu. Badanku langsung jatuh lemas ke bawah. Tapi hatiku melambung tinggi. Aku tahu, ini tidak mimpi!

          Aku selalu berkhayal menjadi orang pertama yang menjadi um...pacarmu. Haha tapi bagaimana bisa, aku terlalu pemalu untuk dekat bahkan hanya sekedar menampakkan wajahku. Mungkin mulai sekarang aku harus mulai mengumpulkan kepingan-kepingan keberanian itu untuk mencairkan kebekuanku ketika bertemu kamu. Kita pasti bisa menjadi ‘teman dekat’ kan?
***

3 komentar:

Fathin Syihab mengatakan...

Keren Ifa,
mmm tapi tunggu dulu, cerita ini mirip kisah seseorang, dan dia...

Syarifanura mengatakan...

pasti fathin tau ini siapa haha :D sstttttt :x

annisa tasya marsakha mengatakan...

hiihiihi.iya pasti bsa:)

Poskan Komentar

 

Coret Coret Ifa Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea