Hi This is an ugly quote. Nice to meet you. Most people won't read this. But I thank you, cause you had time to read this :)

Jumat, 23 November 2012

Sederhana

Diposkan oleh Syarifanura di 21.05


‘Mr.Simple’
Aku lupa alasan pertama kenapa namamu ku sebut menjadi seperti itu. Nama samaran. Ya, mungkin itu. Agar orang lain tak tahu jika mendengar aku sedang bercerita tentangmu saat bersama dengan sahabat-sahabatku. Entah insprirasi darimana tiba-tiba aku menyebut namamu menjadi seperti itu. Seperti kamu, entah datang darimana tiba-tiba hadir di duniaku.
Kamu sesederhana namamu yang terdiri dari delapan belas huruf itu. Nama yang indah dan sangat mudah diingat. Apalagi senyum itu, senyum simpul yang sangat begitu sederhana namun menawan. Walau memang senyum itu bukan untukku. Tapi melihat senyum itu, cukup membuatku tertarik untuk lebih mengenalmu.
Alasan aku mengagumimu sederhana, aku suka senyum dan tatapan matamu. Begitu indah. Mengagumi mahkluk ciptaan Tuhan tidak salah kan? Ada yang beda dari caramu menatap, entah apa. Namun itu yang membuatku suka.
Aku senang dapat melihatmu tersenyum saat jalan pulang sekolah bersama teman-temanmu. Kau tahu kenapa? Karena itu tandanya saat itu kau masih dalam keadaan bahagia, masih dapat terseyum.
Rasa ini tak mudah diungkapkan. Tidak bisa. Aku tidak bisa dengan mudahnya menuliskan rasaku ini. Rasa ini lebih dari sekedar kata-kata yang kau baca. Kau tahu? Ya, kau tahu. Kau lebih dari sekedar tahu tentang rasaku. Setelah kau tahu, apa kau diam saja? Jawab aku !! Aku kini merasa lelah. Aku lelah bertahan. Tolong, tolong bantu aku untuk tetap bertahan.
Aku tidak mau merasa GR dengan kata-kata perhatianmu itu. Aku takut bila bukan aku saja yang kau perlakukan seperti itu. Walau sebenarnya, perhatian-perhatian kecilmu itu SANGAT berarti bagiku. Aku juga tak berani mengartikan emoticon yang kau kirimkan itu, mungkin banyak perempuan lain yang kau kirimkan juga.
Aku tahu, aku bukan siapa-siapa dimatamu. Aku bukan ‘dia’ yang selalu kau tegur saat bertemu sepulang sekolah. Aku juga bukan ‘dirinya’ yang jauh disana dan memanggil namamu dengan ucapan yang berbeda ‘sayang’. Maaf, maaf sekali lagi. Aku sudah memasuki kehidupanmu, dia, dan dirinya.
Jika kau marah, katakanlah. Aku akan menjauh. Menjauh dari kehidupanmu, dia, dan dirinya. Maaf aku telah mengusik kalian. Maaf karena aku tidak peka, tidak mengerti bahwa kau tak menginginkan kehadiranku. MAAF.
Sebenarnya, aku tak berharap lebih. Aku tak berharap menjadi dia atau dirinya. Aku hanya ingin mengenalmu. Itu cukup. Ya, sudah cukup. Jika boleh lebih, aku ingin menjadi sahabatmu. Yang kau cari ketika kau butuh. Yang bisa kau jadikan tempat cerita. Tidak. Aku tidak memaksamu. Aku bukan si kepo yang memaksamu untuk menceritakan semua tentang hidupmu. Aku hanya seorang pengagum rahasia yang hanya berani mengungkapkan perasaannya melalui postingan blog. Aku memang pengecut. Tapi ku harap ‘si pengecut’ ini bisa berarti lebih dimatamu :)

2 komentar:

Fathin N.S mengatakan...

cerita dari isi hati?
menarik untuk dibaca,begitulah dunia remaka

Syarifanura mengatakan...

makasih :) hehe..

Poskan Komentar

 

Coret Coret Ifa Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea